December 2016 - KMB Mesir
Kabinet Cekatan 2016-2017
Kairo (25-26/11/2016) Dewan Pengurus masa bakti 2016-2017 (DP-CEKATAN) ini merupakan aksi nyata dalam upaya membentuk karakter kepemimpinan dalam diri warga KMB sebagai bagian dari pemuda-pemudi harapan bangsa.

Dengan tema "Mencetak Pemimpin yang Berbudi Tinggi dan Berakhlak Islami" diharapkan agenda ini dapat mencetak generasi berjiwa pemimpin yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak islami. Seperti kita ketahui bersama bahwa kepemimpinan merupakan hal yang patut dimiliki oleh setiap orang dalam setiap lini kehidupan.
Jumat, 25 November 2016 - Acara dibuka dengan lantunan ayat ilahi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh Ketua Panitia, Gubernur KMB-Mesir, dan MPA-KMB Mesir. Acara yang diikuti kurang lebih oleh 40 peserta ini berjalan dengan lancar dan meriah.

Latihan Dasar Kepemimpinan Warga (LDKW) pada hari pertama diawali dengan materi “Ekspektasi Diri” yang disampaikan oleh Hanifah Jamil, Lc (Aktfivis Fatayat NU, PII & KMB) sebagai Instruktur. Pada materi ini para peserta diajak untuk merencanakan segala sesuatu dengan baik dan bagaimana agar dapat mewujudkan cita-citanya.

Setelah para peserta mulai memahami tujuan, cita-cita sekaligus metode yang baik untuk mewujudkannya menjadi nyata, materi dilanjutkan dengan “Teori Kepemimpinan” yang dibawakan oleh Febryna Rizka Pratiwi (Mantan Wakil Ketua WIHDAH-PPMI Mesir 2015-2016 & Ketua II Simposium Internasional Kairo). Para peserta terlihat begitu antusias mencerna berbagai teori dan pemahaman tentang kepemimpinan yang disampaikan pemateri.

Materi ketiga pada hari pertama ditutup oleh Solihin Ma’ruf (Mantan Ketua Pwk. PII Mesir) dengan materi “Manajemen Konflik”. Layaknya sebuah pepatah mengatakan “Tak Ada Gading Yang Tak Retak”, begitupun dalam aspek kehidupan, tentu dalam perjalanan kita akan dihadapkan dengan berbagai konflik dan masalah yang silih-berganti bermunculan. Para peserta dibekali pelatihan untuk dapat menyelesaikan konflik dengan baik, sikap kepemimpinan ditanamkan dalam diri setiap peserta agar kelak mampu bertahan dan melewati masa-masa ini dengan mental yang kuat, berfikir cerdas dan menjadi problem solver. Acara pada hari pertama ditutup dengan ramah tamah yang disediakan oleh panitia.

Sabtu, 26 November 2016 – Memasuki hari kedua, rentetan agenda Latihan Dasar Kepemimpinan Warga (LDKW) diawali dengan senam bersama seluruh peserta dan panitia. Hal ini bertujuan agar membiasakan diri memiliki pola hidup yang sehat dan bugar. Seusai senam bersama, acara dilanjutkan dengan materi “Jurnalistik” yang dipandu langsung oleh M. Fardan Satrio, Lc (Ketua PCI Muhammadiyah Mesir). Peserta terlihat semakin antusias dengan berbagai pemahaman dan ilmu baru yang diberikan oleh para pemateri. Dalam materi ini, peserta tidak hanya diajarkan bagaimana menulis dengan kaidah yang baik dan benar, namun juga tentang bagaimana menjadi penulis berkualitas yang mampu melihat satu hal dengan berbagai sudut pandang.

Materi kedua; “Manajemen Waktu”. Pada kesempatan ini, materi dibawakan langsung oleh Rahmah Rasyidah, Lc (Ketua WIHDAH-PPMI Mesir 2016-2017). Sebagai nahkoda WIHDAH-PPMI Mesir yang mengayomi seluruh keputrian Nusantara dalam organisasi induk Mahasiswa/i Indonesia di Mesir, pemateri berbagi pengalamannya dan mengajarkan kepada para peserta untuk dapat mengatur waktu dengan baik.

Setelah “kenyang” disuguhi dengan berbagai materi dan teori, para peserta diberikan wadah praktik untuk mengimplementasikan hal-hal yang sudah diajarkan. “Simulasi Persidangan”, hal ini merupakan sarana yang tepat untuk menumbuhkan semangat peserta dalam berdinamika. Simulasi yang dipimpin langsung oleh Ahmad Furqon Febriansyah (Aktivis Pwk. PII Mesir) & Shinta Destiyana, Lc (MPA-KMB Mesir) berlangsung seru dan lancar. Para peserta mulai terbiasa untuk bersinggungan langsung dengan konflik dan permasalahan yang terjadi dalam persidangan.

Beranjak ke materi terakhir, H. Abdul Gofur Mahmuddin (Mantan Presiden PPMI Mesir 2015-2016) menutup rentetan materi dalam acara ini dengan pembahasan mengenai “Public Speaking”. Sebagai pemimpin tentunya kita tidak dapat dipisahkan dari sebuah retorika, hal yang lazim dimiliki oleh para pemimpin. Kemampuan memimpin tidak hanya membutuhkan hal yang bersifat teoritis, namun juga membutuhkan skill khusus agar dapat menyampaikan sesuatu dengan baik, sistematis dan efektif. Sehingga seorang pemimpin dapat didengar dan dipahami oleh anggotanya demi mewujudkan tujuan organisasi dan juga seorang da’i membawa pesan-pesan mulia yang ingin disampaikan agar dapat dicerna dengan baik oleh para pendengarnya.

Sebelum acara usai, pembimbing membacakan hasil penilaiannya yang dilakukan selama 2 hari untuk memilih peserta terbaik yang –tentunya– dinilai melalui berbagai aspek dan pertimbangan. Peserta terbaik putra diraih oleh M. Rapiuddin Akbar dan Holi Afidah sebagai peserta terbaik putri. Selamat! Tentu hal ini tidak lain bertujuan sebagai pemacu untuk para peserta lain agar lebih mampu mengaplikasikan sikap kepemimpinan mereka dalam menjalani kehidupan.

Acara Latihan Dasar Kepemimpinan Warga (LDKW) ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada para pemateri/instruktur, ketua panitia, para pembimbing dan juga para peserta, sebagai bentuk apresiasi tinggi atas kontribusinya selama acara ini berlangsung, kemudian foto bersama dan diakhiri dengan ramah tamah.

Alhamdulillah. Terimakasih kepada seluruh jajaran MPA, Badan Otonom ( BP, AHSANTA & KRAKATAU), Dewan Pengurus-KMB Mesir, para Instruktur, segenap panitia, peserta dan seluruh pihak yang berkontribusi langsung atas terselenggaranya acara ini. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi batu loncatan untuk membentuk pemimpin-pemimpin yang berbudi tinggi dan berakhlak islami.
STRUKTUR BADAN OTONOM AHSANTA KELUARGA MAHASISWA BANTEN ( KMB ) MESIR 2016-2017

STRUKTUR DEWAN PENGURUS 
KELUARGA MAHASISWA BANTEN ( KMB ) MESIR 2016-2017  
CEKATAN ( Cerdas, Enerjik, Kreatif, Aktif, Terampil, dan Nyaman )

MAJELIS PERMUSYAWARATAN ANGGOTA ( MPA )
Koordinator                         : Bahrul Ulum, Lc
                                               Nurul Ahmad
                                               Ade Reza Muhammad
                                               Ahmad Nabawi
                                                Shinta Destiyana, Lc

Ketua                                  : Ade Suwardi Halabi
Wakil Ketua                       : Muhammad Zidni Ilmi
Sekretaris Jendral               : Saeful Jihad
Sekretaris I                         : Feby Nuryadi
Sekretaris II                        : Muhammad Abdul Jabar Al Farisy
Bendahara I                        : Rusly Apriansyah
Bendahara II                       : Muhammad Arrafi
 
DEPDIK (Departemen Pendidikan)
Koordinator                         : Ahmad Andika Pratama
                                               Asep Haeruddin
                                               Lana Muhibbul Falah
                                               Muammad Iqbal
                                               Rihna Karlina

DEP. SOSBUD (Departemen Sosial dan Budaya)
Koordinator                         : Faruq Ibnu Umar
                                               Saeful Bahri
                                               Royhan Aziz Al Khairy
                                               Iqbal Akhdan
                                               Latifatun Nurlaili


Kairo, Sabtu (10/12/2016) Keputrian Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) bekerjasama dengan Keputrian Forum Silaturahmi Daar el-Qolam dan Latansa (FSDL) mengadakan pelatihan masak Siomay dan Pisang Coklat di kediaman Teh Eko Linda, Madrosah Hay-Asyir. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh sesepuh KMB, Teh Ratu Kanaya dan anggota keputrian KMB, Nur Indah Fitriana. Acara pelatihan masak ini berlangsung dengan penuh keharmonisan, semangat, canda dan tawa. 

Salah satu agenda Keputrian KMB ini diadakan dengan tujuan pengembangan bakat para calon Ibu dalam hal memasak. Seperti kita ketahui bersama bahwa memasak adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari diri seorang wanita. Agenda ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat antar sesama anggota Keputrian Nusantara di wilayah mahasiswi Indonesia di Mesir.

Diawali dengan sesi perkenalan anggota KMB dan FSDL bersama sesepuh KMB yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan pembagian tugas memasak. Semua anggota melaksanakan tugasnya masing-masing dengan semangat dan dipenuhi dengan obrolan-obrolan singkat yang mengundang tawa. Acara diakhiri dengan makan bersama setelah itu, berdoa bersama untuk kemudahan ujian dan memberikan hasil masakan ke sekretariat KMB dan FSDL.

Pelatihan memasak ini sekaligus menandakan berakhirnya program Keputrian di termin 1 untuk sementara waktu. Sampai bertemu kembali di termin 2, dulur-dulur semua :)

Peserta Pelatihan Menikmati Hasil Masakan


Peserta Pelatihan Sedang Mempersiapkan Bahan Masakan
Pisang Coklat Hasil Pelatihan Masak
Siomay Hasil Pelatihan Masak

Kairo, Sabtu (3/12/2016) Marawis An-Nawawi milik Keluarga Mahasiswa Banten memenuhi undangan KBRI Cairo untuk tampil dalam Primaduta Award 2016. 
Ada yang berbeda pada penampilan tim marawis kali ini, selain sebagian personil yang terlihat mengalami perubahan dan pergantian, ada hal unik lainnya. Ya, dalam kesempatan ini Marawis An-Nawawi sekaligus "menjajal" kostum barunya yang masih "fresh" datang dari Indonesia. 
Seragam kebanggaan berwarna putih dengan corak emas serta peci yang dihiasi bulu indah ini sukses mewarnai pagelaran acara yang diselenggarakan KBRI Cairo. 
Para hadirin yang berada dalam ruangan Wisma Duta pun bertepuk tangan meriah melihat penampilan tim marawis kebanggaan Mahasiswa Banten di Mesir ini.







Ahsanta Edisi ke-62


Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus menyongsong harapan di tengah era global.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke-Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya.

Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: _*ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani*_ "Di Depan Menjadi Panutan atau Contoh, Di Tengah menjadi Penjalar atau Penyeimbang sepantara, dan di Belakang melakukan Dorongan (prajurit, ibaratnya)”.

Alhamdulillah...
Ahsanta dengan mengangkat tema “Pendidikan”, berharap dapat sedikit membuka mata dan telinga, sehingga mampu merangkai tekad bulat untuk berkiprah di masyarakat kelak dengan cara memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan dalam negeri, yang tentunya tidak pernah terlepas dari peran agama sebagai pelita untuk menuntun jalan kehidupan agar mencapai kebahagiaan yang dijanjikan. 













*Ahsanta Edisi LXII*

*Dengan Tema "Pendidikan"*

*Siap menemani dan berbagi informasi dengan sahabat semua.*

Info pemesanan cetak ;
+201145655772 (@Saepul Jihad )
+20 111 551 4997 (@Royhan Aziz)

Hari Raya Iduladha adalah hari yang diperingati oleh umat Islam sedunia sebagai hari kebahagiaan, hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagiaan kalangan, hari untuk menebar senyuman dan daging kurban. Padahal jika kita merenungkan esensi dari hari raya ini, niscaya senyuman kita akan sedikit bermakna, karena kita menemukan banyak sekali hikmah dibalik pensyariatannya.
Nabi Ibrahim, sebagai simbol dan pemeran diperingatinya hari raya kurban, tidaklah dikisahkan dengan kisah yang menyenangkan dan suka ria, tetapi dengan ketabahan dan keikhlasan yang luar biasa yang diselimuti oleh ketakwaan kepada yang Maha Esa.
Berangkat dari sanalah Ahsanta edisi ke 61 ini mengankat tema “Iduladha, Kurban dan Spirit Pengabdian”, sehingga mampu mengangkat esensi-esensi penting yang terkandung dibalik hari raya ini dan tujuan inti dari berkurban. Serta membicarakan problematik yang sedang dan akan terus ada di tengah-tengah umat menyangkut tema di atas.
Berkurban di hari raya, memiliki unsur terpenting di antara unsur penting lainnya, sebagai sentilan keras bagi kita umat Islam yang terkadang dibutakan oleh keindahan dunia, sehingga sulit sekali melepas apa yang sudah di tangan. Maka sudah jadi seharusnya, keikhlasan dan kepasrahan akan sesuatu yang paling kita cintai sekalipun di dunia ini, hendaklah ditahan dan diredam dengan kecintaan dan ketakwaan kita kepada Sang Pemilik alam semesta, Allah Ta’ala. inilah yang menjadi bahan renungan kita semua.
Alhamdulillah…
Ahsanta edisi kali ini mengangkat tema esensi kurban, namun tidak hanya itu ada juga obrolan ringan mengenai estafet kepemimpinan Banten di Tanah Air, kemudian mengenal lebih jauh watak orang Mesir, dan sepintas keragaman aktivitas Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), refleksi perjuangan wanita dalam sejarah, serta beberapa kisah menarik lainnya yang dapat sahabat Ahsanta temukan pada edisi kali ini. semoga kita bisa mengambil banyak ibroh dari berbagai rubrik yang ada, sehingga mampu membuka mata dan hati kita untuk lebih optimis dalam melangkah dengan ilmu, menjadikan kehidupan ini lebih berkualitas serta mampu menabung pundi-pundi amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak.



*Ahsanta Edisi LXI*
*Dengan Tema "Hari Raya dan Esensi Kurban"*
*Siap menemani dan berbagi informasi dengan sahabat semua.*
Info pemesanan cetak ;
+201145655772 (@Saepul Jihad )
+20 111 551 4997 (@Royhan Aziz)
Kairo, Sabtu (10/12/2016) Keputrian Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) bekerjasama dengan Keputrian Forum Silaturahmi Daar el-Qolam dan Latansa (FSDL) mengadakan pelatihan masak Siomay dan Pisang Coklat di kediaman Teh Eko Linda, Madrosah Hay-Asyir. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh sesepuh KMB, Teh Ratu dan anggota keputrian KMB, Nur Indah. Acara pelatihan masak ini berlangsung dengan penuh keharmonisan, semangat, canda dan tawa. 

Salah satu agenda Keputrian KMB ini diadakan dengan tujuan pengembangan bakat para calon Ibu dalam hal memasak. Seperti kita ketahui bersama bahwa memasak adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari diri seorang wanita. Agenda ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat antar sesama anggota Keputrian Nusantara di wilayah mahasiswi Indonesia di Mesir.

Diawali dengan sesi perkenalan anggota KMB dan FSDL bersama sesepuh KMB yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan pembagian tugas memasak. Semua anggota melaksanakan tugasnya masing-masing dengan semangat dan dipenuhi dengan obrolan-obrolan singkat yang mengundang tawa. Acara diakhiri dengan makan bersama setelah itu, berdoa bersama untuk kemudahan ujian dan memberikan hasil masakan ke sekretariat KMB dan FSDL.
Pelatihan memasak ini sekaligus menandakan berakhirnya program Keputrian di termin 1 untuk sementara waktu. Sampai bertemu kembali di termin 2, dulur-dulur semua :)
a. 1 Pisang Coklat
a. 2 Siomay

a.3 Keputrian KMB & FSDL dalam Pelatihan Memasak