Selayang Pandang Kuliah di Al Azhar Kairo (part 4) - KMB Mesir
Kabinet Cekatan 2016-2017
» » Selayang Pandang Kuliah di Al Azhar Kairo (part 4)


D. Kuliah di Al-Azhar
Sistem kuliah di Al-Azhar tidak mengenal SKS. Al-Azhar memberikan dispensasi ketidaklulusan hanya sebanyak dua materi dari 11-18 materi tiap tingkatnya (tergantung jurusannya). Seorang pelajar tidak bisa mengikuti tingkat selanjutnya jika materi ketidaklulusannya lebih dari dua materi, dan harus mengulangi materi sisa tersebut pada tahun berikutnya. Kuliah kebanyakan masih menganut sistem presentasi (ceramah). Kita datang ke kuliah dan duduk mendengarkan dosen (duktur) menerangkan. Bahasa arab dipergunakan sebagai pengantar kuliah. Budaya diskusi belum begitu digalakkan di perkuliahan Al-Azhar pada tingkat strata I, berbeda dengan strata II (magister). Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa benar-benar mengambil intisari keterangan pengajar. Maklumlah, mayoritas pengajar di Al-Azhar bergelar Prof atau DR. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pelajar-pelajar membentuk sendiri kajian intesif. Tak ketinggalan mahasiswa Indonesia, bisa dikatakan ada ratusan kelompok diskusi bertebaran. Masing-masing mahasiswa paling tidak mempunyai kelompok diskusi di kekeluargaan asal daerahnya. Kegiatan keintelektualan di sini sangat marak. Hampir setiap saat ada simposium, seminar, diskusi panel, ceramah umum. Sering juga mengundang ilmuwan Arab dan kadang kala menghadirkan tokokh-tokoh dari tanah air. Tergantung kecendrungan dan minat jurusan masing-masing.
Hafalan Al-Qur'an cukup diperhatikan di Al-Azhar. Masing-masing tingkat (khusus mahasiswa asing non Arab) diharuskan menghafal 1 juz. Ini berlaku untuk semua jurusan, baik 'ilmi (umum) maupun adaby (agama). Sehingga ketika lulus strata I (Lc) diharapkan sudah menghafal 4 juz.
Tentunya sebelum menjadi mahasiswa Al Azhar ada ujian masuk biasanya dilakukan setiap tahun di Universitas-universitas yang ditunjuk oleh kementrian Agama tentunya bekerjasama dengan pihak Universitas Al Azhar.
Adapun materi yang diujikan adalah:
1. Ujian Tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi : bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam.
2. Ujian Lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi : bahasa Arab (percakapan dan pemahaman teks) dan hafalan/bacaan Al-Qur’an minimal 2 (dua) juz.
Bagi yang sudah lulus tes ini bisa langsung mengurus visa biasanya dilakukan kolektif oleh pihak-pihak jasa pemberangkatan ke Mesir
Nb: 1. Ujian tes masuk biasanya dilakukan pada bulan Juni-Agustus.
2. Syarat-syarat pendaftaran bisa diakses di : www.ditpertais.net / diktis.kemenag.go.id

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply