Selayang Pandang KMB - KMB Mesir
Kabinet Cekatan 2016-2017
» » Selayang Pandang KMB

          Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yg diberi, khususnya iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah bagi manusia terbaik di alam semesta Nabi besar Muhammad SAW.
Tanah Banten merupakan salah satu tempat strategis di pulau Jawa, memiliki pelabuhan yang menghubungkan zona maritim sekaligus zona nyaman bagi perdagangan sejak masa penjajahan hingga merdeka saat ini, oleh sebab itulah Banten tidak hanya dihuni oleh penduduk asli saja, melainkan memiliki masyarakat yang sangat majemuk dari berbagai macam suku yang bermigrasi dari penjuru nusantara lainnya. Banten adalah salah satu tempat penyebaran Islam terpesat yang ada di tanah jawa, tak heran jika Banten melahirkan banyak ulma-ulama besar yang mejadi motor pergerakan kemerdekaan melawan penjajahan.
            Pada tahun 1974 datang empat mahasiswa asal Banten ke Mesir untuk belajar di al-Azhar, mereka adalah: pak Ramli (alm), pak Mahfud, pak Rohimin, dan pak Hamdi. Kemudian di tahun setelahnya datanglah bapak Syibli Sayarjaya (sekarang Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin) dengan pak Sahmudi dan pak Shaumun. Di tahun 1976 datanglah pak Ma’mun dan pak Humaidi  – adik ipar pak ma’mun - , Berawal dari sebuah arisan dan kelompok belajar serta kajian keislaman di kalangan mahasiswa Banten Mesir yang mereka gagas,  maka dimulailah silaturahim antara mereka dan kemudian berdirilah KMB pada tahun 1976.
            Keluarga Mahasiswa Banten merupakan wadah silaturahmi, pengembangan potensi yang bersifatkan kekeluargaan, pendidikan, sosial dan dakwah. Bertujuan untuk terciptanya insan akademis yang beriman, berilmu, beramal, dan bertanggung jawab, serta terbinanya ukhuwah yang erat di kalangan mahasiswa/i Banten Mesir khususnya dan WNI umumnya, juga guna terbentuknya kader umat dalam rangka pembangunan nasional dan menjaga nama baik bangsa.
            KMB bukan satu-satunya organisasi kekeluargaan yang ada di Mesir, KMB  hidup berdampingan menjalin rumah tangga yang baik dengan organisasi-organisasi lain yang ada di Mesir. Oleh sebab itu, KMB tidak boleh egois dan melaksanakan kegiatan yang melebihi porsi sehingga mematikan kegiatan yang memang sudah menjadi porsi organisasi lain yang mewadahi, semisal pendidikan yang merupakan tugas senat dan almamater. Namun demikian, KMB juga selalu mendukung bidang pendidikan dengan mengadakan kelompok belajar dan kajian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, semisal al-Farabi.  Untuk mewadahi bakat dan seni, KMB sendiri memiliki sanggar seni budaya khas Banten yang harus tetap dijaga dan dilestarikan serta dikenalkan kepada publik melalui berbagai macam acara dan pertunjukan yang diselenggarakan di Mesir.
            Masyarakat Banten di Mesir tidak semuanya mahasiswa, bahkan dari mereka juga ada yang bersusah payah meninggalkan tanah Banten hanya untuk mengais rizki disini demi keluarga tercinta di tanah air, dan banyak lagi serba-serbi kehidupan lainnya. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik dalam segi ekonomi maupun pendidikan.  Oleh sebab itu KMB hadir sebagai “Perekat Masyarakat Banten di Mesir”  pemersatu serta wadah untuk saling tolong-menolong dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Terkhusus bagi mahasiswa, mereka pun ikut aktif di berbagai macam kegiatan dan organisasi-organisasi lainnya di luar KMB, seperti PPMI, almamater, ormas Islam bahkan partai, ini menandakan banhwa warga KMB memiliki latar belakang yang berbeda-beda akan tetapi tetap satu ibu, yaitu Banten.
Jika ada seseorang yang ingin menarik kemajemukan ke dalam satu warna berarti ia tidak paham bhinneka tunggal ika, terkhusus KMB yang sudah berada dalam satu wadah Azhari yang mana asasnya sudah jelas berjiwa dan bernafaskan Islam. dan Anda tidak perlu mewarnai wadah yang sudah berwarna apalagi menarik kami keluar menuju wadah yang lain dengan warna yang lain pula, hendaknya Anda sadar dan berhenti menjadi pahlawan kesiangan. Sah-sah saja warga KMB dilatar belakangi oleh latar belakang yang berbeda-beda, aktivis dari berbagai kalangan dan organisasi-organisasi lain, tapi satu hal yang harus anda ingat ketika anda menginjakkan kaki di KMB. Anda harus tanggalkan itu semua, kita kembali kepada ibu, yaitu Banten dan kita harus bangga “SAYA ORANG BANTEN DAN SAYA AZHARI”.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply