Makna Haji dan Aktifitas Masisir di Bulan Haji - KMB Mesir
Kabinet Cekatan 2016-2017
» » » Makna Haji dan Aktifitas Masisir di Bulan Haji

Oleh :  Aditya Kemal,

Bulan Haji merupakan bulan yang mempunyai banyak arti. Di dalamnya terdapat sejarah yang mengajarkan manusia untuk patuh kepada Sang Khalik, yaitu pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail -`Alaihimassalam-. Untuk mengenang ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail -`Alaihimassalam-. Selain itu, menjadi rukun Islam yang kelima bagi yang mampu. Maka bulan ini dijadikan ritual ibadah terbesar umat Islam.
Selaku warga Indonesia di Mesir, kita mempunyai aktifitas yang berbeda dengan warga di Tanah Air pada bulan Haji. Padatulisan kali ini, penulis ingin mencoba menyoroti beberapa aktivitas dan kegiatan penting Masisir di bulan Haji khususnya kegiatan warga KMB. Namun sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengetahui bulan Haji itu bulan apa saja, dan apa makna dari haji itu sendiri.
Bulan-Bulan Haji dalam Al-Qur`an
Dalam Al-Qur`an disebutkan :
الْحَجُّ أَشْهُرٌمَعْلُومَات ٌفَمَن ْفَرَضَ فِيهِنَ ّالْحَجَّ فَلارَفَثَ وَلافُسُوقَ وَلاجِدَال َفِي الْحَجِّ وَمَاتَفْعَلُوامِنْ خَيْرٍيَعْلَمْهُ اللَّه ُوَتَزَوَّدُوافَإِنَّ خَيْرَالزَّادِالتَّقْوَى وَاتَّقُونِ ياأُولِي الألْبَاب
“(Musim) Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Al-Baqarah ; 197)
Kata “asyhurun (beberapa bulan)”, kata plural dengan wazan af`ulunأفعل) ), salah satu bentuk dari jama`qillah (bilangannya antara 3 sampai 10), kemudian kata asyhur tersebut disifati dengan kata ma`lumat (yang telah diketahui/ditentukan). Menjadi, asyhurunma`lumat (beberapa bulan yang telah ditentukan).Artinya bulan Haji adalah beberapa bulan yang telah ditentukan oleh Allah swt. Tidak boleh seseorang melaksanakan ibadah haji diluar bulan yang telah ditentukan.Lalu apa saja beberapa bulan Haji tersebut?.
Ibn Umar –Radhiyallah `anhu-, menafsirkan dua kata tersebut, bahwa bulan Haji adalah Syawal, Dzulqa`dah, dan Sembilan hari pada bulan Dzulhijjah. Dalam riwayat lain, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Siapa yang mengatakan Sembilan hari, berarti ia tidak menghitung malam kesepuluhnya, dan siapa yang mengatakan sepuluh maka ia menghitung malam kesepuluhnya.
Sedangkan Urwah Ibn Zubair–Radhiyallah`anhu-, menafsirkan asyhurunma`lumat ; Syawal, Dzulqa`dah dan Dzulhijjah sepenuhnya (29-30 hari).
Sekalipun ada perbedaan pendapat mengenai akhir dari bulan Haji, intinya tetap satu ; bulan Haji merupakan bulan yang tetap dan tidak bisa dirubah, tidak sah seseorang berhaji kecuali pada bulan yang telah ditentukan (Syawal, Dzulqa`dah dan Dzulhijjah).
Makna Haji
Haji dalam bahasa Arabnya(الحج), masdhar dari kata kerja hajja-yahujju-hajjan. Bisa dibaca dengan kasrah pada huruf “ha” (al-hijju), atau membacanya dengan fathah (al-hajju). Secara bahasa al-hajj artinya al-qashdu (bermaksud/bertujuan).
Sedangkan secara fikih, makna haji lebih menyempit. Dalam kitab At-Ta`rifatlil Imam Al-Jurjani –rahimakumullah-, haji adalah :
قصد لبيت الله تعالى بصفة مخصوصة في وقت مخصوص بشرائط مخصوصة        
(Pergi) dengan bertujuan mendatangi Baitullah (ka`bah), dengan sifat (rukun), waktu dan syarat-syarat yang telah ditentukan (dalam fikih).
Keutamaan haji yang disebutkan oleh Imam Khatib As-Syarbini –Rahimahullah-, dalam kitab Mughni, ibadah haji kebaikannya mencakup seluruh ibadah dalam Islam. Siapa yang berhaji, maka ia telah menunaikan shalat, zakat, i`tikaf, puasa dan berjihad dalam jalan Allah Swt.
Bagi yang belum diberikan kesempatan menunaikan haji, kebaikan yang ada dalam ibadah haji bisa digantikan dengan ikut berpuasa pada hari Arafah. Dalam hadis disebutkan :
عَنْ أَبِي قَتَادَةَالْأَنْصَارِيّ ِرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ رَسُول ُاللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْم ِيَوْمِ عَرَفَةَ فَقَال َيُكَفِّرُالسَّنَةَالْمَاضِيَة َوَالْبَاقِيَةَ. (رواه مسلم)
Dari Abu Qatadah Al-Ansari Radhiyallahu`anhu-, berkata: Rasulullah Saw. Telah ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu Baginda menjawab:  "Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa yang dilakukan pada tahun yang sebelumnya dan tahun yang ada ini”.(Hadith Sahih - Riwayat Muslim)
Aktifitas Masisir di Bulan Haji
Apasaja yang menjadi kegiatan masisir di Bulan Haji?. Berikut penulis uraikan sebagiannya :
a.      Keberangkatan Temus. Beberapa waktu lalu kita telah menyaksikan keberangkatan para tenaga musiman menuju Tanah Suci dengan diantarkan beberapa kawan-kawan lainnya. Kegiatan rutin ini merupakan salah satu agenda besar Masisir tiap tahunnya. Setiap tahun pasti ada permasalahan-permasalahan baru mengenai tenaga musiman ini. Tahun ini ada keterlambatan beberapa hari, entah apa penyebabnya penulis tidak mengetahui dengan detail.

Mereka yang berangkat adalah pemenang undian yang diselenggarakan setiap kekeluargaan dengan kebijakannya masing-masing. Waktu pengundian temus menjadi sorotan penting bagi tiap warga kekeluargaan, tak heran jika kita melihat orang yang jarang dating kekekeluargaan, namun hadir ketika waktu undian. Hal tersebut masih dalam batas kewajaran bagi tiap mahasiswa di Mesir, karena pada dasarnya bagi seorang muslim mempunyai keinginan untuk beribadah haji.

b.      Malam Takbiran Ied Adha.
Malam takbiran ini adalah solusi untuk warga Indonesia yang kangen tanah air. PPMI mengadakan acara ini tiap tahun. Menurut penulis, pengurus kekeluargaan KMB pun harus tetap mengadakan acara ini sekali pun ada acara besar dari PPMI, mengingat warga KMB tidak semuanya ingin menghadiri acara takbiran PPMI.

Taklupa pula bagi warga untuk turut aktif meramaikan Malam Takbiran di Padepokan. Bagi warga yang jarang datang, setidaknya pada momen Takbiran tiap tahunnya menyempatkan untuk datang, karena di malam tersebut bisa  memberikan suasana hangat seperti di Tanah Air bersama keluarga.

c.       Shalat Ied di Masjid As-Salam. Acara ini menjadi ajang temu kangen antar masisir. Lama tak bertemu kawan, bisa ketemu di acara Shalat Ied bareng.

Beberapa waktu lalu, shalat Ied bersama di Masjid As-Salam ditiadakan dan diganti dengan ramah tamah di KBRI. Peniadaan shalat Ied bersama di Masjid As-Salam pada dasarnya sangat disayangkan, karena dengan berkumpulnya Masisir di tempat yang dekat akan banyak yang datang dan semakin mengeratkan kembali tali silaturahmi. Selain itu, acara ini telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Jika sampai terputus lama, maka suasana Iedul Adha ataupun Ied Fitri akan sangat terasa hambar.

d.      Kunjungan kerumah sesepuh. Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh warga KMB tiap lebaran, baik Ied fitri ataupun Ied Adha. Aktifitas ini harus tetap dilestarikan oleh warga KMB, lebih khususnya kepada pengurus KMB.  Dengan mengunjungi rumah sesepuh yang memiliki banyak pengalaman, tentunya akan mendapatkan hal-hal baru dan masukan yang berharga.


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply