February 2015 - KMB Mesir
Kabinet Cekatan 2016-2017
          Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yg diberi, khususnya iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah bagi manusia terbaik di alam semesta Nabi besar Muhammad SAW.
Tanah Banten merupakan salah satu tempat strategis di pulau Jawa, memiliki pelabuhan yang menghubungkan zona maritim sekaligus zona nyaman bagi perdagangan sejak masa penjajahan hingga merdeka saat ini, oleh sebab itulah Banten tidak hanya dihuni oleh penduduk asli saja, melainkan memiliki masyarakat yang sangat majemuk dari berbagai macam suku yang bermigrasi dari penjuru nusantara lainnya. Banten adalah salah satu tempat penyebaran Islam terpesat yang ada di tanah jawa, tak heran jika Banten melahirkan banyak ulma-ulama besar yang mejadi motor pergerakan kemerdekaan melawan penjajahan.
            Pada tahun 1974 datang empat mahasiswa asal Banten ke Mesir untuk belajar di al-Azhar, mereka adalah: pak Ramli (alm), pak Mahfud, pak Rohimin, dan pak Hamdi. Kemudian di tahun setelahnya datanglah bapak Syibli Sayarjaya (sekarang Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin) dengan pak Sahmudi dan pak Shaumun. Di tahun 1976 datanglah pak Ma’mun dan pak Humaidi  – adik ipar pak ma’mun - , Berawal dari sebuah arisan dan kelompok belajar serta kajian keislaman di kalangan mahasiswa Banten Mesir yang mereka gagas,  maka dimulailah silaturahim antara mereka dan kemudian berdirilah KMB pada tahun 1976.
            Keluarga Mahasiswa Banten merupakan wadah silaturahmi, pengembangan potensi yang bersifatkan kekeluargaan, pendidikan, sosial dan dakwah. Bertujuan untuk terciptanya insan akademis yang beriman, berilmu, beramal, dan bertanggung jawab, serta terbinanya ukhuwah yang erat di kalangan mahasiswa/i Banten Mesir khususnya dan WNI umumnya, juga guna terbentuknya kader umat dalam rangka pembangunan nasional dan menjaga nama baik bangsa.
            KMB bukan satu-satunya organisasi kekeluargaan yang ada di Mesir, KMB  hidup berdampingan menjalin rumah tangga yang baik dengan organisasi-organisasi lain yang ada di Mesir. Oleh sebab itu, KMB tidak boleh egois dan melaksanakan kegiatan yang melebihi porsi sehingga mematikan kegiatan yang memang sudah menjadi porsi organisasi lain yang mewadahi, semisal pendidikan yang merupakan tugas senat dan almamater. Namun demikian, KMB juga selalu mendukung bidang pendidikan dengan mengadakan kelompok belajar dan kajian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, semisal al-Farabi.  Untuk mewadahi bakat dan seni, KMB sendiri memiliki sanggar seni budaya khas Banten yang harus tetap dijaga dan dilestarikan serta dikenalkan kepada publik melalui berbagai macam acara dan pertunjukan yang diselenggarakan di Mesir.
            Masyarakat Banten di Mesir tidak semuanya mahasiswa, bahkan dari mereka juga ada yang bersusah payah meninggalkan tanah Banten hanya untuk mengais rizki disini demi keluarga tercinta di tanah air, dan banyak lagi serba-serbi kehidupan lainnya. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik dalam segi ekonomi maupun pendidikan.  Oleh sebab itu KMB hadir sebagai “Perekat Masyarakat Banten di Mesir”  pemersatu serta wadah untuk saling tolong-menolong dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Terkhusus bagi mahasiswa, mereka pun ikut aktif di berbagai macam kegiatan dan organisasi-organisasi lainnya di luar KMB, seperti PPMI, almamater, ormas Islam bahkan partai, ini menandakan banhwa warga KMB memiliki latar belakang yang berbeda-beda akan tetapi tetap satu ibu, yaitu Banten.
Jika ada seseorang yang ingin menarik kemajemukan ke dalam satu warna berarti ia tidak paham bhinneka tunggal ika, terkhusus KMB yang sudah berada dalam satu wadah Azhari yang mana asasnya sudah jelas berjiwa dan bernafaskan Islam. dan Anda tidak perlu mewarnai wadah yang sudah berwarna apalagi menarik kami keluar menuju wadah yang lain dengan warna yang lain pula, hendaknya Anda sadar dan berhenti menjadi pahlawan kesiangan. Sah-sah saja warga KMB dilatar belakangi oleh latar belakang yang berbeda-beda, aktivis dari berbagai kalangan dan organisasi-organisasi lain, tapi satu hal yang harus anda ingat ketika anda menginjakkan kaki di KMB. Anda harus tanggalkan itu semua, kita kembali kepada ibu, yaitu Banten dan kita harus bangga “SAYA ORANG BANTEN DAN SAYA AZHARI”.

KAIRO - Pelatih Krakatau Banten Jek Baduy memuji kekompakan timnya yang mampu meraih kemenangan dalam laga perdananya melawan Pasher Madura dengan skor 4-3, Rabu (18/2). Baginya, kekompakan tim merupakan penyebab keberhasilan timnya dalam menguasai pertandingan.

Meskipun sempat tertinggal satu angka di menit kedelapan atas free kick yang dilakukan pemain Pasher, hal itu tidak membuat anak-anak asuhannya surut semangat. Pada menit ke-28, bola reborn oleh pemain Krakatau berhasil dimanfaatkan Ilmi menjadi gol balasan untuk timnya. Tembakan dari Mufakir yang masih bisa dihalau lawan menjadi akhir pertunjukan Krakatau di babak pertama.

" Alhamdulillah tadi kompak temen-temen semua, jadi tadi tuh memang gak setiap semua pemain bisa menguasai setiap lininya. Jadi yang saya ambil tadi kekompakan dari temen-temen aja, karena hampir bisa menang ini berkat kekompakan mereka, baik kapten atau pun manajernya." Tutur Jek dengan air muka bahagianya.

Krakatau FC akan kembali merumput pada hari Sabtu (21/2) melawan Walisongo FC. Saat ditanya kesiapan timnya menghadapi Sang Juara Bertahan, Jek Baduy menanggapinya dengan santai. "Kita tetap optimis. Kita namanya turnamen,  kita jangan melihat siapa juara bertahan, siapa yang kuat, siapa yang lemah." Ujarnya. []Zz

http://jawacup-11.blogspot.com/2015/02/kekompakan-tim-kunci-sukses-krakatau-fc.html

Oleh :  Aditya Kemal,

Bulan Haji merupakan bulan yang mempunyai banyak arti. Di dalamnya terdapat sejarah yang mengajarkan manusia untuk patuh kepada Sang Khalik, yaitu pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail -`Alaihimassalam-. Untuk mengenang ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail -`Alaihimassalam-. Selain itu, menjadi rukun Islam yang kelima bagi yang mampu. Maka bulan ini dijadikan ritual ibadah terbesar umat Islam.
Selaku warga Indonesia di Mesir, kita mempunyai aktifitas yang berbeda dengan warga di Tanah Air pada bulan Haji. Padatulisan kali ini, penulis ingin mencoba menyoroti beberapa aktivitas dan kegiatan penting Masisir di bulan Haji khususnya kegiatan warga KMB. Namun sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengetahui bulan Haji itu bulan apa saja, dan apa makna dari haji itu sendiri.
Bulan-Bulan Haji dalam Al-Qur`an
Dalam Al-Qur`an disebutkan :
الْحَجُّ أَشْهُرٌمَعْلُومَات ٌفَمَن ْفَرَضَ فِيهِنَ ّالْحَجَّ فَلارَفَثَ وَلافُسُوقَ وَلاجِدَال َفِي الْحَجِّ وَمَاتَفْعَلُوامِنْ خَيْرٍيَعْلَمْهُ اللَّه ُوَتَزَوَّدُوافَإِنَّ خَيْرَالزَّادِالتَّقْوَى وَاتَّقُونِ ياأُولِي الألْبَاب
“(Musim) Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Al-Baqarah ; 197)
Kata “asyhurun (beberapa bulan)”, kata plural dengan wazan af`ulunأفعل) ), salah satu bentuk dari jama`qillah (bilangannya antara 3 sampai 10), kemudian kata asyhur tersebut disifati dengan kata ma`lumat (yang telah diketahui/ditentukan). Menjadi, asyhurunma`lumat (beberapa bulan yang telah ditentukan).Artinya bulan Haji adalah beberapa bulan yang telah ditentukan oleh Allah swt. Tidak boleh seseorang melaksanakan ibadah haji diluar bulan yang telah ditentukan.Lalu apa saja beberapa bulan Haji tersebut?.
Ibn Umar –Radhiyallah `anhu-, menafsirkan dua kata tersebut, bahwa bulan Haji adalah Syawal, Dzulqa`dah, dan Sembilan hari pada bulan Dzulhijjah. Dalam riwayat lain, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Siapa yang mengatakan Sembilan hari, berarti ia tidak menghitung malam kesepuluhnya, dan siapa yang mengatakan sepuluh maka ia menghitung malam kesepuluhnya.
Sedangkan Urwah Ibn Zubair–Radhiyallah`anhu-, menafsirkan asyhurunma`lumat ; Syawal, Dzulqa`dah dan Dzulhijjah sepenuhnya (29-30 hari).
Sekalipun ada perbedaan pendapat mengenai akhir dari bulan Haji, intinya tetap satu ; bulan Haji merupakan bulan yang tetap dan tidak bisa dirubah, tidak sah seseorang berhaji kecuali pada bulan yang telah ditentukan (Syawal, Dzulqa`dah dan Dzulhijjah).
Makna Haji
Haji dalam bahasa Arabnya(الحج), masdhar dari kata kerja hajja-yahujju-hajjan. Bisa dibaca dengan kasrah pada huruf “ha” (al-hijju), atau membacanya dengan fathah (al-hajju). Secara bahasa al-hajj artinya al-qashdu (bermaksud/bertujuan).
Sedangkan secara fikih, makna haji lebih menyempit. Dalam kitab At-Ta`rifatlil Imam Al-Jurjani –rahimakumullah-, haji adalah :
قصد لبيت الله تعالى بصفة مخصوصة في وقت مخصوص بشرائط مخصوصة        
(Pergi) dengan bertujuan mendatangi Baitullah (ka`bah), dengan sifat (rukun), waktu dan syarat-syarat yang telah ditentukan (dalam fikih).
Keutamaan haji yang disebutkan oleh Imam Khatib As-Syarbini –Rahimahullah-, dalam kitab Mughni, ibadah haji kebaikannya mencakup seluruh ibadah dalam Islam. Siapa yang berhaji, maka ia telah menunaikan shalat, zakat, i`tikaf, puasa dan berjihad dalam jalan Allah Swt.
Bagi yang belum diberikan kesempatan menunaikan haji, kebaikan yang ada dalam ibadah haji bisa digantikan dengan ikut berpuasa pada hari Arafah. Dalam hadis disebutkan :
عَنْ أَبِي قَتَادَةَالْأَنْصَارِيّ ِرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ رَسُول ُاللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْم ِيَوْمِ عَرَفَةَ فَقَال َيُكَفِّرُالسَّنَةَالْمَاضِيَة َوَالْبَاقِيَةَ. (رواه مسلم)
Dari Abu Qatadah Al-Ansari Radhiyallahu`anhu-, berkata: Rasulullah Saw. Telah ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu Baginda menjawab:  "Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa yang dilakukan pada tahun yang sebelumnya dan tahun yang ada ini”.(Hadith Sahih - Riwayat Muslim)
Aktifitas Masisir di Bulan Haji
Apasaja yang menjadi kegiatan masisir di Bulan Haji?. Berikut penulis uraikan sebagiannya :
a.      Keberangkatan Temus. Beberapa waktu lalu kita telah menyaksikan keberangkatan para tenaga musiman menuju Tanah Suci dengan diantarkan beberapa kawan-kawan lainnya. Kegiatan rutin ini merupakan salah satu agenda besar Masisir tiap tahunnya. Setiap tahun pasti ada permasalahan-permasalahan baru mengenai tenaga musiman ini. Tahun ini ada keterlambatan beberapa hari, entah apa penyebabnya penulis tidak mengetahui dengan detail.

Mereka yang berangkat adalah pemenang undian yang diselenggarakan setiap kekeluargaan dengan kebijakannya masing-masing. Waktu pengundian temus menjadi sorotan penting bagi tiap warga kekeluargaan, tak heran jika kita melihat orang yang jarang dating kekekeluargaan, namun hadir ketika waktu undian. Hal tersebut masih dalam batas kewajaran bagi tiap mahasiswa di Mesir, karena pada dasarnya bagi seorang muslim mempunyai keinginan untuk beribadah haji.

b.      Malam Takbiran Ied Adha.
Malam takbiran ini adalah solusi untuk warga Indonesia yang kangen tanah air. PPMI mengadakan acara ini tiap tahun. Menurut penulis, pengurus kekeluargaan KMB pun harus tetap mengadakan acara ini sekali pun ada acara besar dari PPMI, mengingat warga KMB tidak semuanya ingin menghadiri acara takbiran PPMI.

Taklupa pula bagi warga untuk turut aktif meramaikan Malam Takbiran di Padepokan. Bagi warga yang jarang datang, setidaknya pada momen Takbiran tiap tahunnya menyempatkan untuk datang, karena di malam tersebut bisa  memberikan suasana hangat seperti di Tanah Air bersama keluarga.

c.       Shalat Ied di Masjid As-Salam. Acara ini menjadi ajang temu kangen antar masisir. Lama tak bertemu kawan, bisa ketemu di acara Shalat Ied bareng.

Beberapa waktu lalu, shalat Ied bersama di Masjid As-Salam ditiadakan dan diganti dengan ramah tamah di KBRI. Peniadaan shalat Ied bersama di Masjid As-Salam pada dasarnya sangat disayangkan, karena dengan berkumpulnya Masisir di tempat yang dekat akan banyak yang datang dan semakin mengeratkan kembali tali silaturahmi. Selain itu, acara ini telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Jika sampai terputus lama, maka suasana Iedul Adha ataupun Ied Fitri akan sangat terasa hambar.

d.      Kunjungan kerumah sesepuh. Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh warga KMB tiap lebaran, baik Ied fitri ataupun Ied Adha. Aktifitas ini harus tetap dilestarikan oleh warga KMB, lebih khususnya kepada pengurus KMB.  Dengan mengunjungi rumah sesepuh yang memiliki banyak pengalaman, tentunya akan mendapatkan hal-hal baru dan masukan yang berharga.




Oleh : Muhammad Harist,
Bismillah…
Mungkin kebanyakan dari kita masih rempong gimana si cara membuat pertanyaan dalam bahasa inggris, saya ingin sedikit berbagi  tentang “Asking question” Dan “Question tag”. Seperti yang kalian ketahui question (pertanyaan) sering kali kita gunakan dalam bahasa Inggris, dan mudah mudahan tulisan ini bisa bermanfaat dan dapat di pahami dulur-dulur semuanya,
Yang pertama What / apa (untuk mempertanyakan informasi)
Contohnya: What is your name?
What is the question?
What are you talking about?
What are you waiting for?
Auxiliary verb:
Be= Is, am, are / nominal>  Contohnya: What is this?
Do= do,does, did/ verbal > Contohnya: What does this mean?
                                          > What do you want?
                                         
2 . Where/ dimana  > asking in or at what place or position
 contohnya: Where do you live?

3. When/ kapan > asking abot time.
Contohnya: When did he live?
4. Why/ kenapa, mengapa > Asking for the Reasion.
Contohnya: Why do you say that?
5. Who/ siapa  (subject)> asking What or which person or people or identity
Contohnya: Who opened the door?
Whom(object)> Asking What or which person or people or identity
Contohnya: Whom did you saw?
6. How/ bagaimana  asking about condition.
Contohnya: How does this work?
7. Which/ yang mana > Asking about determine choice.
Contohnya: Which one do you prefer, coffe or tea?
8. Whose> Asking about possession (kepemilikan)
Contohnya: Whose are these cars?
Dalam Kalimat Tanya perlu di perhatikan apakah kalimat tersebut termasuk verbal atau non verbal, jika kalimat tersebut verbal maka didalam kalimat tersebut harus menggunakan to be (is, are,was, were,am) jika kalimat tersebut non verbal maka harus menggunakan kata kerja bantu (do,did,does)
Rumus di bawah ini bisa mempermudah anda membuat kata Tanya.
Kata Tanya + (TO BE /auxiliary verb)+ Subjek+kata kerja+…..
Contoh kalimat nominal
Is = Where is your book?
Past:
Where was your brother yesterday?
Contoh kalimat Tanya verbal:
Do= Does,Did+ Subjek+kata kerja+….
Do= Do you have a book?

Auxiliary question:
Be= Is,am, are
do= Do, does, did
(did=untuk past(lampau) Contohnya: did you went to the school yesterday?
(did+s+V1)
Have= have,has, had
Have= They, You,we
has= she,he it
had
= untuk past (had+s+V3)
Shall= Shall,Should
Will= will, would
May= may, might
Can= can,could
Contohnya:
Be>>>>> he is handsome                             |   Is he handsome?
do>>>>>you have a book                            |   Do you have a book?
have>>> she has met me                             |   Has she met me?
Shall>>> we shall sleep in the room         |   Shall we sleep in the room?
will>>>> you will go to the party               |    Will  yo go to the party?
may>>>> you may come tomorrow        |    May I come tomorrow?
can>>>>> you can eat here                         |    Can I eat here?
must>>>> they must study                         | Must they study?

Mudah mudahan bisa di mengerti ya lur…
sekarang ane pengen berbagi sedikit tentang Question tag.

QUESTION TAG
Question tag adalah pertanyaan singkat di akhir kalimat. Dalam bahasa Indonesia, bisa diartikan kan?/bukan?/ya?.
Pada umumnya question tag berfungsi untuk meminta penegasan dari pendengar dari sesuatu yang belum begitu meyakinkan pembicara, atau dapat di katakan untuk meminta persetujuan dari pendengar atas pernyataan yang di ucapkan. Dan orang orang orang native sering menggunakan Question tag ini lur…
langsung Aja cekidot…

Contohnya: He is a doctor, isn’t he?
He is a doctor (dia seorang dokter) merupakan sebuah kalimat pernyataan yang diajukan, sedangkan isn’t he? (bukankah benar) merupakan pertanyaan tegasnya (question tags)

Catatan question tags dibentuk dari to be dan auxiliary verb lainya
(is,am,are,do,does,did,has,have,had,shall,should,will,would,may,might,can,could,must)

Cara membuat question tag
Ada beberapa aturan yang harus di perhatikan dalam membuat question tags yaitu:
Apabila pernyataan merupakan kalimat positif(+), maka pertanyaan tegasnya(question tagsnya)(-), Contohnya. He is a doctor, isn’t he? Artinya, dia seorang dokter,bukan?
Sebaliknya apabila pernyataan merupakan kalimat negative(-), maka pertanyaan penegasnya positif(+),
Contohnya, you are not happy, are you? Artinya, bukankah kamu tidak senang?
Subject dalam pertanyaan penegasnya harus berbentuk personal pronouns (kata ganti orang/orang).
Contohnya: Amir goes to school by taxi, doesn’t he? (Artinya: Amir pergi ke sekolah naik taksi, bukan?
you like tea, don’t you? (Artinya: Kamu suka teh, bukan?
Apabila dalam kalimat pernyataan menggunakan TO BE (kata kerja bantuk TO BE)yaitu; is,am,are,was,were. Maka To Be tersebut harus di ulang dalam pertanyaan penegas dengan bentuk yang berlawanan.
Contohnya: you are not student, are you?
Pengecualian:
Apabila dalam kalimat pernyataan posotif terdapat to be “am” yang berpasangan dengan subyek I(I am), maka dalam pertanyaan penegas to be harus diganti dengan “are”, Contohnya:
I am a student, aren’t I?
Sedangkan apabila kalimat yang menggunakan subyek “I am” berbentuk negative, maka dalam pertanyaan penegasnya tobe “am” tidak mengalami perubahan, Contohnya:
I am not a driver,am I?
Apabila dalam kalimat peryataan menggunakan kata bantu (auxiliary verb) yaitu: can, may, should, would, will,shall, has,had maka kata kerja bantu tersebut harus di ulang dalam pertanyaan, dengan bentuk yang berlawanan.
Contohnya: we will come together, won’t we?
Apabila dalam kalimat pernyataan tidak menggunakan kata kerja bantu (Auxiliary verb) atau hanya berupa kata kerja (verb), maka pertanyaan penegasnya harus menggunakan do,does atau did (tergantung tenses yang digunakan), Contohnya: Manda Looks pale, doesn’t she?

Alhamdulillah kelar juga see you next time ya lur..!!!






Oleh : Dzaki Al-Amin,

      Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yg diberi, khususnya iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah bagi manusia terbaik di alam semesta Nabi besar Muhammad SAW.
Tanah Banten merupakan salah satu tempat strategis di pulau Jawa, memiliki pelabuhan yang menghubungkan zona maritim sekaligus zona nyaman bagi perdagangan sejak masa penjajahan hingga merdeka saat ini, oleh sebab itulah Banten tidak hanya dihuni oleh penduduk asli saja, melainkan memiliki masyarakat yang sangat majemuk dari berbagai macam suku yang bermigrasi dari penjuru nusantara lainnya. Banten adalah salah satu tempat penyebaran Islam terpesat yang ada di tanah jawa, tak heran jika Banten melahirkan banyak ulma-ulama besar yang mejadi motor pergerakan kemerdekaan melawan penjajahan.
            Pada tahun 1974 datang empat mahasiswa asal Banten ke Mesir untuk belajar di al-Azhar, mereka adalah: pak Ramli (alm), pak Mahfud, pak Rohimin, dan pak Hamdi. Kemudian di tahun setelahnya datanglah bapak Syibli Sayarjaya (sekarang Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin) dengan pak Sahmudi dan pak Shaumun. Di tahun 1976 datanglah pak Ma’mun dan pak Humaidi  – adik ipar pak ma’mun - , Berawal dari sebuah arisan dan kelompok belajar serta kajian keislaman di kalangan mahasiswa Banten Mesir yang mereka gagas,  maka dimulailah silaturahim antara mereka dan kemudian berdirilah KMB pada tahun 1976.
            Keluarga Mahasiswa Banten merupakan wadah silaturahmi, pengembangan potensi yang bersifatkan kekeluargaan, pendidikan, sosial dan dakwah. Bertujuan untuk terciptanya insan akademis yang beriman, berilmu, beramal, dan bertanggung jawab, serta terbinanya ukhuwah yang erat di kalangan mahasiswa/i Banten Mesir khususnya dan WNI umumnya, juga guna terbentuknya kader umat dalam rangka pembangunan nasional dan menjaga nama baik bangsa.
            KMB bukan satu-satunya organisasi kekeluargaan yang ada di Mesir, KMB  hidup berdampingan menjalin rumah tangga yang baik dengan organisasi-organisasi lain yang ada di Mesir. Oleh sebab itu, KMB tidak boleh egois dan melaksanakan kegiatan yang melebihi porsi sehingga mematikan kegiatan yang memang sudah menjadi porsi organisasi lain yang mewadahi, semisal pendidikan yang merupakan tugas senat dan almamater. Namun demikian, KMB juga selalu mendukung bidang pendidikan dengan mengadakan kelompok belajar dan kajian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, semisal al-Farabi.  Untuk mewadahi bakat dan seni, KMB sendiri memiliki sanggar seni budaya khas Banten yang harus tetap dijaga dan dilestarikan serta dikenalkan kepada publik melalui berbagai macam acara dan pertunjukan yang diselenggarakan di Mesir.
            Masyarakat Banten di Mesir tidak semuanya mahasiswa, bahkan dari mereka juga ada yang bersusah payah meninggalkan tanah Banten hanya untuk mengais rizki disini demi keluarga tercinta di tanah air, dan banyak lagi serba-serbi kehidupan lainnya. Mereka juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik dalam segi ekonomi maupun pendidikan.  Oleh sebab itu KMB hadir sebagai “Perekat Masyarakat Banten di Mesir”  pemersatu serta wadah untuk saling tolong-menolong dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Terkhusus bagi mahasiswa, mereka pun ikut aktif di berbagai macam kegiatan dan organisasi-organisasi lainnya di luar KMB, seperti PPMI, almamater, ormas Islam bahkan partai, ini menandakan banhwa warga KMB memiliki latar belakang yang berbeda-beda akan tetapi tetap satu ibu, yaitu Banten.
Jika ada seseorang yang ingin menarik kemajemukan ke dalam satu warna berarti ia tidak paham bhinneka tunggal ika, terkhusus KMB yang sudah berada dalam satu wadah Azhari yang mana asasnya sudah jelas berjiwa dan bernafaskan Islam. dan Anda tidak perlu mewarnai wadah yang sudah berwarna apalagi menarik kami keluar menuju wadah yang lain dengan warna yang lain pula, hendaknya Anda sadar dan berhenti menjadi pahlawan kesiangan. Sah-sah saja warga KMB dilatar belakangi oleh latar belakang yang berbeda-beda, aktivis dari berbagai kalangan dan organisasi-organisasi lain, tapi satu hal yang harus anda ingat ketika anda menginjakkan kaki di KMB. Anda harus tanggalkan itu semua, kita kembali kepada ibu, yaitu Banten dan kita harus bangga “SAYA ORANG BANTEN DAN SAYA AZHARI”.

             



Oleh : Nur Murhayati,
Sebagai manusia yang diciptakan dengan akal dan segala keistimewaan yang tak dimiliki oleh makhluk lain, tidak sepantasnya  hanya diam, pasif, dan berpangku tangan dengan segala kenikmatan serta ketercukupan duniawi. Terlena dengan tipuan materialistis dan tercuci oleh paham-paham kontemporer yang sesat, serta pola pikir barat. Dinamika organisasi-organisasi perusak akidah tak kalah marak menghantam mindset mereka dan menjadikan barat ibarat kiblat segala aspek kehidupan. Begitu banyak problema umat yang melemahkan dan menikam kaum muslim dari belakang. Siapakah yang akhirnya harus bertanggungjawab untuk masalah besar ini?
Berpola pikir kebarat-baratan yang dianut oleh kaum muda muslim, mempelopori munculnya doktri-doktrin yang salah. Tanpa disadari mereka telah di adu domba oleh barat dan dipaksa manut risalah mereka. Apakah kita hanya puas menonton tanpa bertindak? Saatnya bagi umat Islam bangkit dan kritis dengan segala gejolak keterpurukan akidah, akhlak, dan pola pikir tersebut. Hendaklah kaum muda Islam bergerak dan mulai menyusun strategi jitu guna menghadang seluruh adu domba yang ada.
Sedikit merujuk sejarah peradaban Islam saat berada dipuncak keemasan dan kejayaan. pemuda-pemuda muslim yang hebat adalah tonggak kemenangan dari setiap pertempuran. Jiwa,dan mental muslimlah yang menggetarkan medan peperangan lawan. Dan kemudian kita akan kembali dihadapkan dengan pertanyaan yang sangat dahsyat pengaruhnya untuk umat Islam saat ini, Siapakah sosok pembentuk pribadi ulung tersebut?
Maka kita akan dihadirkan dengan satu jawaban yang sama,,”Wanita-wanita hebat”. Merekalah sebenarnya tiang terkokoh penonggak kuatnya umat Islam. Wanita-wanita seperti Sumayah bintu Yasir dan Ummu Aiman lah contoh sosok muslimah unggul itu.
Salah satu kunci Barat menghancurkan generasi Islam adalah dengan mulai memunculkan pengaruh-pengaruh feminis dalam benak setiap muslimah, ditanamkan paham kapitalis dalam diri mereka dan sematkan doktrin-doktrin sekuler. Hingga akhirnya muncul banyak penyimpangan yang dilakukan oleh wanita-wanita muslim, mulai dari keenganan mereka mengurus dan menyusui anak-anak,  meninggalkan mereka dengan pembantu tanpa adanya perhatian ataupun kasih sayang yang mereka salurkan untuk mereka. Mereka hanya mengejar dunia dan melupakan tugas serta kewajiban mereka sebagai pendidik generasi muslim. Maka tak jarang kita temukan anak-anak yang durhaka kepada ibunya, entah membantah ataupun menghujat nasihatnya hingga memukul ibunya sendiri. Mental seperti inilah yang diinginkan barat untuk menghancurkan umat Islam.

Wanita-wanita muslim harus sadar dengan kondisi yang memprihatinkan ini. Islam mengajarkan umatnya khususnya wanita muslim agar berperan besar dalam memperkuat umat. Totalitas wanita dibutuhkan dalam menghadang keterpurukan umat ini. Maka hendaklah kita saat ini bangkit sebagai muslimah hebat yang akan membentuk generasi-generasi muslim yang unggul. Membekali diri dengan akidah yang  baik, pola pikir yang benar dan akhlak yang mulia. Hingga terbentuklah kemudian sosok pemuda muslim yang tangguh, ulama yang intelek, dan ilmuwan-ilmuwan muslim yang berakhlak Al Qur’an. Mari kita tepis adu domba barat dan kokohkan pilar keimanan dalam diri. 
Oleh : Miftah Firdaus,

Hari raya Idul Adha yang didalamnya disyariatkan untuk memotong hewan kurban, merupakan puncak dari serangkaian ibadah haji yang dirayakan tidak hanya oleh umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah, tetapi juga dirayakan dengan penuh suka cita oleh umat muslim di seluruh dunia. Sebagai bentuk pengorbanan sebagai hamba Allah SWT dan kasih sayang kita terhadap sesama.“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan ber-kurban-lah.” (QS. AL-Kautsar: 1-2)
Tinjauan Historis
Orang yang pertama kali melakukan Qurban adalah putra Adam, yaitu Qabil dan Habil yang berlomba untuk memberikan hadiah yang terbaik kepada Allah SWT. Dan ternyata Allah hanya menerima Qurban yang diberikan oleh Habil karena didasari oleh keimanan dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini disebutkan dalam al-Qur’an: “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan Qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (Qurban) dari orang-orang yang bertakwa“. (QS. Al-Maidah: 27)
Begitu juga persembahan manusia ini dikenal oleh tradisi agama pada masa Mesir kuno, India, Cina, Irak dan lainnya. Kaum Yahudi juga mengenal kurban manusia hingga masa perpecahan. Kemudian lama-kelamaan kurban manusia diganti dengan kurban hewan atau barang berharga lainnya. Dalam sejarah Yahudi, mereka mengganti kurban dari menusia menjadi sebagian anggota tubuh manusia, yaitu dengan khitan. Kitab Injil penuh dengan cerita kurban. Penyaliban Isa AS menurut umat Nasrani merupakan salah satu kurban teragung. Umat Katolik juga mengenal kurban hingga sekarang berupa kepingan tepung suci. Pada masa jahilyah Arab, kaum Arab mempersembahkan lembu dan onta ke Ka'bah sebagai kurban untuk Tuhan mereka. 

Ketika Islam turun diluruskanlah tradisi tersebut dengan ayat Allah: 5. 2. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah (389).Kemudian pada generasi selanjutnya, ibadah Qurban yang disyariatkan untuk kaum muslimin adalah Qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, ketika mendapatkan ujian keimanan agar menyembelih putra terkasihnya Ismail AS.Dengan keyakinan yang mantap dan sikap berkorban yang besar, maka Nabi Ibrahim bersedia menyembelih putranya tersebut.Namun kemudian Allah menggantinya dengan sesembelihan yang agung sebagai ganti dari diri nabi Ismail AS.Akhirnya, hingga sekarang, kisah tersebut yang melatar belakangi ditetapkannya perintah penyembelihan hewan Qurban pada hari raya Idul Adha. Hal ini disebutkan dalam al-Qur’an:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah  membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Al-Shaffat: 102-107)
Hukum Qurban:
Mayoritas ulama terdiri antar lain: Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Bilal, Abu Mas’ud, Said bin Musayyab, Malik, Syafii, Ahmad, Abu Yusuf dll. Mengatakan Qurban hukumnya sunnah, barangsiapa melaksanakannya mendapatkan pahala dan barang siapa tidak melakukannya tidak dosa dan tidak harus qadla, meskipun ia mampu dan kaya.Qurban hukumnya sunnah kifayah kepada keluarga yang beranggotakan lebih satu orang, apabila salah satu dari mereka telah melakukannya maka itu telah mencukupi. Qurban menjadi sunnah ain kepada keluarga yang hanya berjumlah satu orang. Mereka yang disunnah berqurban adalah yang mempunyai kelebihan dari kebutuhan sehari-harinya yang kebutuhan makanan dan pakaian.

Untuk nisab Qurban,para ulama berbeda pendapat mengenai ukuran seseorang disunnahkan melakukan Qurban. Imam Hanafi mengatakan barang siapa mempunyai kelebihan 200 dirham atau memiliki harta senilai itu, dari kebutuhan tinggal, pakaian dan kebutuhan dasarnya.Imam Ahmad berkata: ukuran mampu quran adalah apabila dia bisa membelinya dengan uangnya walaupun uang tersebut didapatkannya dari hutang yang ia mampu membayarnya.

Imam Malik mengatakan bahwa ukuran seseorang mampu Qurban adalah apabila ia mempunyai kelebihan seharga hewan Qurban dan tidak memerlukan uang tersebut untuk kebutuhannya yang mendasar selama setahun. Apabila tahun itu ia membutuhkan uang tersebut maka ia tidak disunnahkan berqurban.Imam Syafii mengatakan: ukuran mampu adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan Qurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.

Banyak sekali keutamaan dari penyembelihan hewan Qurban ini, salah satunya sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah RA. Rasulullah SAW bersabda: “Amal yang paling disukai Allah pada hari penyembelihan adalah mengalirkan darah hewan Qurban, sesungguhnya hewan yang diqurbankan akan datang (dengan kebaikan untuk yang melakukan Qurban) di hari kiamat kelak dengan tanduk-tanduknya, bulu dan tulang-tulangnya, sesunguhnya (pahala) dari darah hewan qurban telah datang dari Allah sebelum jatuh ke bumi, maka lakukanlah kebaikan ini”. (H.R. Tirmidzi).Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda: “Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk Qurban di hari raya Adha” (H.R. Dar al- Qutni).

Untuk waktu penyembelihan, Imam Nawawi menegaskan dalam syarah sahih Muslim bahwa waktu penyembelihan sebaiknya setelah shalat bersama imam, dan telah terjadi konsensus (ijma') ulama dalam masalah ini.Ibnu Mundzir juga menyatakan bahwa semua ulama sepakat mengatakan tidak boleh menyembelih sebelum matahari terbit.Adapun setelah matahari terbit, Imam Syafi'i menyatakan bahwa sah menyembelih setelah matahari terbit dan setelah tenggang waktu kira-kira cukup untuk melakukan sholat dua rakaat dan khutbah. Apabila ia menyembelih pada waktu tersebut maka telah sah meskipun ia shalat ied atau tidak.Tidak ada dalil yang jelas mengenai batas akhir waktu penyembelihan dan semua didasarkan pada ijtihad, yaitu didasarkan pada logika bahwa pada hari-hari itu diharamkan berpuasa maka selayaknya itu menjadi waktu-waktu yang sah untuk menyembelih Qurban.

Sedangkan hewan yang dijadikan Qurban:Imam Nawawi dalam syarah sahih Muslim menegaskan telah terjadi ijma' ulama bahwa tidak sah melakukan Qurban selain dengan onta, sapi dan kambing. Riwayat dari Ibnu Mundzir Hasan bin Sholeh mengatakan sah berqurban dengan banteng untuk tujuh orang dan dengan kijang untuk satu orang.Adapun riwayat dari Bilal yang mengatakan: “Aku tidak peduli meskipun berqurban dengan seekor ayam, dan aku lebih suka memberikannya kepada yatim yang menderita daripada berqurban dengannya”, maksudnya bahwa beliau melihat bahwa bersedekah dengan nilai qurban lebih baik dari berqurban. Ini pendapat Malik dan Tsauri. Begitu juga riwayat sebagian sahabat yang membeli daging lalu menjadikannya qurban, bukanlah menunjukkan boleh berqurban dengan membeli daging, melainkan itu sebagai contoh dari mereka bahwa Qurban bukan wajib melainkan sunnah.

Untuk hukum memakan daging Qurban yang dilakukan untuk dirinya sendiri, apabila qurban yang dilakukan adalah nadzar maka haram hukumnya memakan daging tersebut dan ia harus menyedekahkan semuanya. Adapun qurban biasa, maka dagingnya dibagi tiga, sepertiga untuk dirinya dan keluarganya, sepertiga untuk dihadiahkan dan sepertiga untuk disedekahkan.Membagi tiga ini hukumnya sunnah dan bukan merupakan kewajiban. Qatadah bin Nu'man meriwayatkan Rasulullah bersabda: “Dulu aku melarang kalian memakan daging qurban selama tiga hari untuk memudahkan orang yang datang dari jauh, tetapi aku telah menghalalkannya untuk kalian, sekarang makanlah, janganlah menjual daging qurban dan hadyu, makanlah, sedekahkanlah dan ambilah manfaat dari kulitnya dan janganlah menjualnya, apabila kalian mengharapkan dagingnya maka makanlah sesuka hatimu” (H.R. Ahmad).Wallahua’lam.